#FFRabu — Emas Bermata Berlian

Standard
rg0602m2

Credit here.

“Gimana tangkapannya, Pak?” kusambut dia dengan pertanyaan rutinku.

“Sedikit. Tidak bisa dijual. Cukup untuk lauk makan hari ini dan besok,” jawab suamiku yang kelelahan.

Continue reading

Thank You, Firda & Vita

Standard
editada_-_shutterstock_106009616 1

Credit here. Edited by me.

Dunia perbulutangkisan Indonesia makin kekurangan amunisi lantaran dua srikandinya yang telah banyak berjasa bagi negeri ini, yaitu Firdasari Adrianti dan Vita Marissa telah resmi gantung raket.

Firda resmi mundur pada hari Rabu tanggal 2 Desember 2015 bertepatan dengan hari kedua pelaksanaan Yonex-Sunrise Indonesian Masters 2015. Firda yang saat itu sebagai juara bertahan terpaksa menyerah dan mundur dari pertandingan babak 16 besar di gim ke-2 dari lawannya Chen Yufei asal Tiongkok akibat cidera pada lututnya kembali menghampiri. Skor 12-21 4-9 harus menjadi skor terakhir Firda di akhir karirnya sebagai pemain bulutangkis. Meski usia 28 masih dikatakan usia emas bagi seorang pemain. Tetapi untuk pemain yang memikul cidera lutut seperti Firda, dapat bertahan hingga sekarang adalah hal yang sudah luar biasa.

Sedangkan Vita–yang akrab disapa Ci Vit–resmi mengumumkan kemundurannya dari turnamen bulutangkis profesional pada hari Sabtu tanggal 5 Desember 2015 setelah kekalahannya bersama Komala Dewi pada babak semifinal dari Tang Yuan Ting/Yu Yang asal Tiongkok dengan straight set 10-21 8-21.  Turnamen tersebut adalah turnamen terakhir dari Vita Marissa sebagai pemain profesional. Tetapi, perjuangan Vita tidak hanya sampai di situ. Beliau akan tetap bermain dan dengan senang hati membimbing para pemain junior yang membutuhkan asuhannya.

Continue reading